Cerita ABG, Memek Abg, Liarnya lidah Angel Muridku

Cerita ABG, Memek Abg, Liarnya lidah Angel Muridku.. Nah lho, kok mendadak jadi Cerita dewasa,What's Up with this blog? Ada sedikit rombakan secondary topic agan² n nyonyah² sekalian, tapi tetep masih dalam area selangkangan kok, wkwkwkwk. Kisah kita kali ini mengenai seorang murid dan gurunya. 100% kek begini jangan sampe kejadian sama siapapun, ya n ga' pantes BANGET buat di tiru atau jadi contoh. Hanya sebatas buat bacaan panas, hiburan ngisi waktu luang dan menyikapinya dengan akal sehat. Yu, langsung aja kita nikmatin cerita birahi nya.
Wisnu terperanjat seketika membaca dua kalimat singkat pada sepotong kertas yang terselip di antara hasil test murid-muridnya.
"Saya ingin punya cowok yang seperti Bapak, jantan! Apalagi kumis Bapak yang tebal itu, menggemaskan".Setelah membacanya, ia menarik nafas panjang beberapa kali. Ia menduga bahwa potongan kertas itu terselip di kertas test muridnya yang nakal, Angel. Lalu ia memutuskan untuk merobek kertas itu menjadi beberapa potongan kecil. Ia tak ingin istrinya menemukan dan membaca kertas itu.
Tanpa disadarinya, pikiran Wisnu menerawang ke beberapa 'peristiwa menyenangkan' ketika ia mengajarkan matematika di kelas II-F. Kelas itu menjadi berbeda daripada kelas-kelas lainnya karena di kelas itu ada Angel yang cantik, berhidung bangir, berkulit kuning bersih, dan selalu duduk di kursi barisan paling depan. Kursi itu berjarak kira-kira tiga meter dari meja guru dan persis berhadap-hadapan.
Angel menjadi murid yang 'istimewa' karena bila sedang latihan mengerjakan soal, lututnya selalu agak renggang. Dari mejanya, Wisnu dapat memandang celah di antara kedua lutut itu. Dan karena murid-murid lainnya sedang sibuk mengerjakan soal masing-masing dengan kepala tertunduk, maka Wisnu merasa bebas menatap pemandangan indah di depannya.
Pertama kali, Wisnu merasa bahwa hal itu hanya sebuah ketidaksengajaan. Murid yang istimewa itu mungkin terlalu asyik dan serius mengerjakan soal latihan sehingga tidak menyadari posisi duduknya yang menggairahkan birahi lelaki. Sesekali kedua lutut itu dirapatkan, tapi tak lama kemudian terbuka kembali.
Ia jadi terlena menatap keindahan paha dan kecantikan wajah abg remaja yang duduk di depannya. Dan tak sengaja, ia melihat senyum kecil di sudut bibir ABG itu ketika memergoki arah tatapan matanya. Saat itu, ia langsung mengalihkan pandangan ke sekeliling ruang kelas. Tapi tak lama kemudian, seperti dihipnotis, pandangannya beralih kembali ke tempat semula. Ternyata kedua lutut itu terbuka semakin renggang hingga ia dapat melihat kemulusan paha bagian dalamnya.
Wisnu tak mampu mengalihkan matanya ketika muridnya itu kembali mengangkat wajahnya. Sesaat, tatapan mata mereka berbenturan. Lalu keduanya tersenyum. Tak lama kemudian, kedua lutut itu semakin direnggangkan hingga ia terpana menatap segaris celana dalam berwarna putih. Barulah disadarinya bahwa paha itu memang sengaja direnggangkan agar ia dapat memandang keindahan yang tersembunyi di balik rok seragam berwarna abu-abu itu.
Pada kesempatan lain, Wisnu hanyut ke dalam fantasinya sendiri. Seandainya mungkin, ia ingin menghampiri dan melihat keindahan itu lebih dekat lagi. Ia ingin mengusap kemulusan paha itu dan mengecup pori-porinya berulang kali. Ia ingin mencicipi kehalusan kulit paha itu dengan ujung lidahnya. Lalu ia akan mengecup dan sesekali menjilat, mulai dari lutut hingga ke pangkal paha. Ia juga ingin menyusupkan telapak tangannya ke bawah rok ABG remaja itu agar dapat meremas bongkah pinggul yang pasti masih kenyal.
Dan yang paling penting, ia ingin menyibak secarik kain tipis penutup pangkal paha ABG itu agar ia dapat menghirup aroma semerbak yang tersembunyi di situ. Aroma seorang gadis belia pasti sangat segar, katanya dalam hati. Aroma yang membius! Aroma yang membuat ia tak berdaya! Lalu ia akan menghirup aroma itu dalam-dalam. Setelah aroma itu memenuhi rongga dadanya, ia akan mencium dan menjilat-jilat kelembutan bibir Memek yang segar itu. Lidahnya akan menari-nari dengan liar agar kedua belah paha mulus itu 'menggunting' lehernya sehingga lidahnya terperangkap dalam liang Memek yang basah. Setelah melipat lidahnya seperti bentuk sekop, akan dihisapnya semua lendir yang tersembunyi di bibir dalam dan dinding Memek itu. Akhirnya, ia akan meremas-remas bongkahan pinggul kenyal itu sambil membiarkan lidahnya merasakan denyutan-denyutan Memek seorang gadis ABG remaja yang sedang mencapai puncak orgasmenya.
Kira-kira seminggu setelah menyuguhi pemandangan indah di pangkal pahanya, tiba-tiba Angel berjalan menghampiri Wisnu. Saat itu bel jam istirahat telah berbunyi. Gadis itu sengaja keluar paling akhir dari ruang kelas.
"Ini untuk Bapak!" katanya sambil meletakkan sepotong kertas di atas meja, lalu melangkah terburu-buru meninggalkan ruang kelas.Wisnu membaca tulisan di kertas itu, 'Coba tebak, besok Angel pakai celana dalam warna apa?'. Dan di bawah tulisan itu ada nomor Handphone. Setelah merenung sejenak, Wisnu memasukkan nomor Handphone itu ke dalam memory Handphone nya. Sejenak ia ragu mengirimkan SMS untuk menjawab pertanyaan itu. Tapi ada bisikan di lubuk hatinya, 'Ini hanya sebuah game, tak salah untuk dicoba.' Dan kemudian ia menuliskan satu kata, 'Pink.'
Kira-kira semenit kemudian, Handphone Wisnu berbunyi. Ia membaca SMS yang masuk, 'Salah.' Lalu dibalasnya, 'Biru muda.' Tak lama kemudian, masuk jawaban, 'Salah!'. Dibalasnya lagi dengan, 'Putih!'. Jawabannya, 'Masih salah!'. Setelah merenung sejenak, Wisnu membalas, 'Hitam.' Lalu ia menerima balasan, 'Ayo, itu celana dalam siapa? Angel nggak punya celana dalam warna hitam!'.
Wisnu tersipu. Lalu ia menulis SMS yang agak panjang, 'Nyerah deh. Yg pernah aku lihat hanya: putih, pink, dan biru muda. Dua hari yang lalu aku nggak bisa melihatnya karena pahamu kurang terbuka!' Dan ia pun menerima jawaban yang agak panjang, 'Jadi Bpk ingin besok Angel pakai warna apa?' Merasa game yang mereka mainkan telah meningkat panas dan mesra, dengan berani Wisnu menulis, 'Jangan pakai!!' Dan setelah SMS itu dikirimkan, hingga menjelang tidur malam harinya ia tidak mendapat balasan. Mungkin ia marah dan tersinggung, pikir Wisnu.
Keesokan harinya, jantung Wisnu berdebar-debar ketika berada di ruang kelas. Setelah menjelaskan beberapa contoh soal, ia melangkah berkeliling di antara kursi murid-muridnya. Ia berbuat demikian agar tak sempat bertatap mata dengan ABG nakal itu. Tapi ketika sedang melangkah di sebelah kiri kursi Angel, gadis itu sengaja menjatuhkan pensilnya ke lantai persis di depan kursinya.
Tanpa sadar, dengan refleks ia berhenti lalu menunduk memungut pensil itu. Dan ketika menengadah, tiba-tiba wajahnya merona merah. Walau hanya sesaat, dilihatnya gadis itu sengaja mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar, lalu dengan cepat dirapatkan kembali. Memang hanya dalam hitungan detik, tetapi ia sempat melihat pangkal paha itu dari jarak yang sangat dekat. Di pangkal paha itu ada setumpuk kecil bulu-bulu ikal berwarna hitam. Bukan hitam pekat, tetapi hitam kecokelat-cokelatan karena bercampur dengan bulu-bulu halus, lurus, dan masih pendek. Bulu-bulu yang baru tumbuh!
Setelah berdiri kembali dan berhasil menguasai dirinya, Wisnu menatap ke sekeliling ruang kelas. Tak terlihat ada tanda-tanda bahwa murid-murid lainnya mengetahui peristiwa itu. Lalu dengan suara tegas berwibawa, ia berkata..
"Kerjakan latihan contoh latihan satu dan dua!!"Sore itu, ketika baru saja menutup pintu mobilnya, handphone Wisnu berbunyi. Ia terpana ketika membaca nama yang muncul, Angel.
"Ya, ada apa Angel?"Lidah Wisnu tiba-tiba terasa kelu. Gila, katanya dalam hati. Si Angel ini bicara to the point. Berkesan vulgar. Menantang. Gadis itu seolah tak peduli, atau memang tak mau peduli efek dari kalimat-kalimat nakal yang diucapkannya.
"Bapak marah ya?! Kenapa setelah mengambil pensil Angel dari lantai Bapak tidak duduk kembali di kursi Bapak. Padahal hari ini Angel sengaja tidak pakai CD agar Bapak bisa memandanginya!"
"Aku tidak marah! Aku sedang memikirkan apakah aku masih akan mendapatkan kesempatan memandang pangkal pahamu dari jarak sedekat itu." kata Wisnu setelah memutuskan untuk 'masuk' ke game yang lebih dalam lagi.Hanya orang bodoh yang menolakmu, katanya dalam hati. Bahkan kamu bisa membuat semua lelaki menjadi bodoh dan tak berani membantah keinginanmu. Lelaki mana yang berani menolak keinginan seorang gadis remaja yang cantik dan seksi seperti kamu? Lelaki mana yang akan membantahmu bila kau janjikan akan mendapatkan hadiah berupa sepasang paha ramping dan panjang yang akan membelit pinggangnya?
"Bapak suka?"Sejenak tak ada jawaban. Wisnu pun sempat ragu-ragu untuk melanjutkan. Apakah mungkin si Angel yang vulgar dan nakal itu masih virgin? Belum pernah merasakan lidah lelaki menjilat-jilat bibir Memeknya, mengisap-isap klitorisnya? Apakah mungkin ia belum pernah menggosok-gosokkan dan menghentak-hentakkan celah Memek di bibir dan hidung seorang lelaki? Kalau belum, mengapa ia mengatakan suka pada kumisku?, tanya Wisnu dalam hati.
"Suka banget! Apalagi kalau boleh dicium!"
"Bapak mau mencium paha Angel?"
"Mau! Paha dan pangkalnya ya!"
"Ha?!"
"Apa Memek Angel belum pernah dicium?"
Rasa penasaran membangkitkan gairah kejantanannya. Bagian bawah pusarnya mulai tegang ketika membayangkan keindahan bulu-bulu di sekitar Memek itu. Bulu-bulu yang dapat ia tatap sepuas hatinya. Tidak hanya pandangan sekilas seperti ketika ia memungut pensil dari depan kursi gadis belia itu. Bulu-bulu halus yang masih pendek, yang membuat ia gemas ingin menarikinya dengan bibirnya. Menggelitiknya dengan kumisnya yang kasar. Gelitikan yang membuat pinggul itu mengelinjang. Lalu ia akan menjilatnya. Dan karena tak sabar, gadis itu akhirnya menarik kepalanya agar ia mencium dan menjilati bibir Memek yang mungil itu. Ini kesempatan emas yang mungkin terjadi hanya sekali seumur hidup, atau tidak akan pernah terjadi sama sekali! Take it or leave it, katanya dalam hati.
"Hallo Angel!"Wisnu tersenyum sambil melirik Angel yang duduk di sebelahnya. Secara material, walau hanya seorang guru matematika, ia tidak kekurangan. Ia berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ia memiliki rumah dan mobil sedan yang baik pemberian orangtuanya. Ia mencintai matematika dan ingin mengajarkannya kepada orang lain. Cita-citanya hanya ingin membuat matematika menjadi sebuah ilmu yang mudah untuk dimengerti. Sikapnya yang sabar ketika mengajar membuat ia disukai murid-muridnya. Ia memang tidak ingin diarahkan orangtuanya menjadi seorang pengusaha seperti yang dialami adiknya.
"Kalau dicium di situ belum pernah. Kalau dahi dan pipi sering, dicium Papa."
"Terserah Angel deh. Aku akan menurut saja. Kalau hanya boleh memandang saja, aku suka. Kalu diijinkan mencium, aku pun suka. Dilarang, aku pun akan patuh."
"Kalau suka, Angel akan mengijinkan Bapak memandangnya lagi dari jarak dekat!"
"Kapan?"
"Mau sekarang?"
"Hah?!"
"Angel sekarang ada di Mall Arion. Bapak jemput Angel ya. Jangan parkir. Masuk ke halaman mall dan melewati pintu depan. Angel sekarang berdiri di situ, buruan ya!"
"OK!"
"Kita kemana?" tanya Wisnu memecah keheningan.Ternyata gadis remaja itu tinggal di sebuah rumah besar dan mewah. Angel menggandeng tangan Wisnu menuju ruang keluarga yang terletak di bagian tengah, lalu menghilang di balik salah satu pintu setelah aku menghempaskan pantat di atas sebuah sofa besar dan empuk. Tak lama kemudian, seorang pembantu datang meletakkan segelas minuman ringan di hadapanku dan kemudian dengan terburu-buru menghilang kembali ke arah belakang.
"Ke rumah Angel saja. Di rumah Angel hanya ada pembantu. Papa dan Mama sedang ke Singapore."
"Karena sekarang tidak sedang di kelas, sebaiknya panggil langsung nama, jangan pakai Pak."
"Benar? Nggak marah?"
"Benar! Walau perbedaan usia di antara kita mencolok, bukan berarti kita harus membuat sekat pemisah. Sekat seperti itu sangat membatasi ruang dan gerak. Secara formal, kadang-kadang sekat seperti itu memang diperlukan untuk menjaga jarak karena kita terikat pada norma dan etika. Kalau informal, sekat-sekat itu tak diperlukan karena akan membatasi seseorang dalam mengekspresikan dirinya. Setuju?" Angel tertawa kecil mendengar uraian Wisnu.
"Kayak menjelaskan rumus matematika saja!" komentarnya.
Bersambung boss, langsung aja kemari : Cerita ABG, Memek Abg, Liarnya lidah Angel Muridku | Part-2
0 comments:
Poskan Komentar
Bebaskan Expresi kalian disini, Bebas nulis apa aja yang ada kalian mau. Mau nulis komentar "memek" atau "kontol" atau "ngentot" atau apa aja tentang gitu²an, boleh! Tumpahkan seluruh hasrat kalian disini, selama ga dianggep spam oleh admin komentar kalian pasti akan muncul.
Syarat berkomentar :
1. Tidak berpromosi blog atau situs atau Link apa saja
2. Tidak melakukan komentar SPAM
3. Tidak mempromosikan Produk
Terima Kasih telah berkunjung
Salam Memek n Kontol ..